Selamat Datang di Website Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Karanganyar | Anggun Dalam Moral Unggul Dalam Intelektual | Religiusitas, Intelektualitas, dan Humanitas Memahami Tauhid Uluhiyah

Memahami Tauhid Uluhiyah

 memahami tauhid uluhiyah.png

Tauhid uluhiyah adalah mengesakan Allah subhanahu wa ta’ala dengan perbuatan para hamba dengan melaksanakan ketaatan yang disyari’atkan seperti do’a, nadzar, kurban, raja’ (pengharapan), tawakkal dan yang lainnya.

Tauhid uluhiyah diartikan juga sebagai  tauhid ibadah, karena ilah maknanya adalah ma’bud (yang disembah), maka tidak ada yang diseru dalam do’a kecuali Allah subhanahu wa ta’ala, tidak ada yang dimintai pertolongan kecuali Dia, tidak ada yang boleh dijadikan tempat bergantung kecuali Dia, tidak pula menyembelih kurban atau bernadzar kecuali untukNya dan tidak boleh mengarahkan seluruh ibadah kecuali untukNya dan karenaNya semata.

Tauhid uluhiyah adalah inti dakwah para Rasul, baik dari rasul yang pertama sampai rasul yang terakhir - Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, karena ia adalah asas dan pondasi tempat dibangunnya seluruh amal.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

(36) وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلطَّٰغُوتَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), ‘Sembahkah Allah (saja) dan jauhilah thaghut” (An-Nahl:36)

Tanpa merealisasikan tauhid ini , semua amal ibadah tidak akan diterima. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

 (65) لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

“Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan terhapuslah amalanmu dan tentunya kamu termasuk orang-orang yang merugi” (QS. Az Zumar: 65)

Tauhid uluhiyah merupakan realisasi dari tauhid rububiyah, karena tauhid rububiyah mengharuskan adanya tauhid uluhiyah. Yang membedakan manakah mukmin seutuhnya dan manakan orang-orang munafik. Seringkali Allah membantah orang-orang yang mengingkari tauhid uluhiyah dengan tauhid rububiyah yang mereka akui dan yakini, sebagaimana dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala.

(21)يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اعۡبُدُوۡا رَبَّكُمُ الَّذِىۡ خَلَقَكُمۡ وَالَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُوۡنَ ۙ ‏

الَّذِىۡ جَعَلَ لَـكُمُ الۡاَرۡضَ فِرَاشًا وَّالسَّمَآءَ بِنَآءً وَّاَنۡزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَاَخۡرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ

(22) رِزۡقًا لَّـكُ فَلَا تَجۡعَلُوۡا لِلّٰهِ اَنۡدَادًا وَّاَنۡـتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ

“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah yang menjadikan  bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap dan dia menurunkan air (hujan) dari langit lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rizki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui” (QS. Al Baqarah: 21-22)

Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan mereka bertauhid uluhiyah yaitu  menyembahnya dan beribadah kepadaNya. Dia menunjukkan dalil kepada mereka dengan tauhid rububiyah, yaitu penciptaan manusia dari yang pertama sampai yang terakhir, penciptaan langit dan bumi serta seisinya, penurunan hujan, penumbuhan tumbuh-tumbuhan, pengeluaran buah-buahan yang menjadi rizki bagi para hambaNya.

Jalan fitri untuk menetapkan tauhid uluhiyah adalah berdasarkan tauhid rububiyah. Karena manusia pertama kalinya sangat bergantung kepada asal kejadiannya, sumber manfaat dan kemudaratannya. Setelah itu berpindah kepada cara-cara bertaqorrub kepadaNya, 

Tauhid uluhiyah merupakan tujuan dari penciptaan manusia. Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman,

(56) وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu” (QS. Adz dzariyat: 56)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah- mengatakan,

“Ketahuilah, kebutuhan seorang hamba untuk menyembah Allah subhanahu wa ta’ala yaitu beribadah kepadaNya tanpa menyekutukanNya dengan sesuatupun, adalah kebutuhan yang tidak ada bandingannya sama sekali., tetapi dari sebagian segi mirip dengan kebutuhan jasad kepada makanan dan minuman. Akan tetapi diantara keduannya ini terdapat banyak perbedaan. Karena hakikat seorang hamba adalah hati dan ruhnya, ia tidak bisa baik kecuali dengan Allah subhanahu wa ta’ala yang tiada Tuhan selainNya. Ia tidak bisa tenang kecuali dengan mengingatNya. Seandainya hamba memperoleh kenikmatan dan kesenangan tanpa Allah subhanahu wa ta’ala, maka hal itu tidak akan berlangsung lama., bahkan akan berpindah-pindah dari satu macam ke macam yang lain, dari satu orang kepada orang lain. Adapun Tuhannya maka Dia dibutuhkan setiap saat dan setiap waktu, dimanapun ia berada maka Dia selalu membersamainya” (Majmu Fatawa, I/24)

.

.

.

.

.

.

.

.

Dikutip dari Kitab Tauhid karya Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan,

Dengan beberapa penambahan.

.

Ma’had Aly Tahfidzul Qur’an Haramain, 20 September 2020

( Fatimah @semutpaper – Sekbid Medkom)

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Harrah's Las Vegas - Mapyro
    Find harrah's las vegas, street parking, restaurants and other public spaces in Las 양산 출장안마 Vegas, NV. 경상남도 출장마사지 Find address, 수원 출장마사지 phone number, 익산 출장샵 address, driving 거제 출장샵 directions,

    BalasHapus
Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)